.post-thumbnail{float:left;margin-right:20px}

Kategori

Tuesday, 22 March 2016

FANFICTION


Author : Jeon Eun Gi
Title      : Dead Leaves 
Cast     : Min Yoongi (BTS), Kim Taehyung (BTS), You (Y/N), other cast.



            Kamu adalah seorang murid kelas 2 di sekolah menengah yang cukup terkenal di Korea akan kenakalan murid-muridnya. Bukan hanya murid laki-laki saja yang terkenal dengan kenakalannya tetapi murid perempuan pun banyak. Kamu bukanlah salah satu dari mereka, kamu hanyalah murid biasa yang tak ingin memiliki masalah dengan sekolah, seperti murid-murid yang lainnya. Tak banyak murid yang sepertimu pendiam, berprestasi, dan tak memperdulikan sebuah ketenaran atau apapun karena menurutmu itu hanyalah hal yang tak berguna. Dan bukan berarti kamu adalah orang yang mudah dipengaruhi atau dibully.

            Jam pertama kali ini adalah jam kosong karena Lee-saem tidak hadir karena sakit. Setelah mendapat kabar tersebut kelas menjadi ribut dan berisik tak terkendali. Kamu hanya duduk ditempatmu dengan earphone yang baru saja kau pasangkan di telinga-mu dan mengalun sebuah music kesukaanmu.  Karena walau Lee-saem tak hadir, ia tetap memberikan tugas kepada muridnya. Kamu mengerjakan tugas itu untuk mengisi waktu kosongmu itu.

            Saat kau sedang mengerjakan tugasmu ada sebuah bola kertas yang terlempar keatas bukumu. Awalnya kamu ingin membuangnya tapi kamu melihat sebuah tulisan di dalamnya.

Temui aku di rooftop setelah pulang sekolah.

Kamu mengedarkan pandangamu pada ruangan kelas tapi semuanya sibuk dengan urusannya masing-masing. Siapa yang melempar? Batinmu.

Bel pulang sekolah pun akhirnya berbunyi semua murid kelas ini berhamburan keluar kelas dengan terburu-buru seperti seseorang yang sudah muak dengan ruangan ini. Berbeda dengan kamu yang masih duduk di kursi menunggu semua murid keluar. Karena kau tak suka bersempit-sempitan dengan mereka dan lebih memilih menunggunya. Kamu kembali berfikir tentang tulisan dikertas tadi. Apa ia harus pergi kesana? Bagaimana kalau itu hanya sebuah sampah yang tak sengaja terlempar ke meja-mu. Kamu bangkit dari kursi dan pergi ke rooftop karena rasa penasaran yang tiba-tiba saja muncul.

Saat kamu sampai, tak ada seorang pun disana. Kamu mendengus “Bodohnya aku bisa percaya dengan sampah kertas itu.” Ucapmu. Saat kau ingin berbalik seseorang memanggilmu yang membuatmu menoleh ke asal suara. Matamu sedikit melebar saat melihat seseorang yang memanggil itu tapi tak lama ekspresi-mu kembali datar seakan kau tak tertarik dengan apapun.

“Tak ku sangka kau akan benar-benar datang kesini.” Ucap namja itu. Kamu tak menggubris perkataannya. Hingga ia mendekat kearahmu dengan sebuah senyuman yang tak bisa kau artikan.

“Mari kita berpacaran.” Matamu melotot kaget. Apa namja ini gila? Namja didepanmu ini adalah Kim Taehyung, teman sekelasmu yang paling kau benci, karena namja itu selalu mengganggu konsentrasi belajarmu karena ia selalu berisik dengan teman-temannya di kelas. Kamu memang tak pernah berbicara ataupun berinteraksi dengan namja ini. Tapi sekarang ia tiba-tiba datang dan mengajakmu berpacaran.

“Kau gila, eoh? Aku bahkan tak mengenalmu”, ucapku dengan nada yang kubuat sebiasa mungkin.

“Tak mengenalku? Yang benar saja aku tau kita sekelas. Kau bahkan duduk ditempat yang tak jauh dari tempatku. Bagaimana mungkin kau tak mengenalku,” matanya menatapmu tajam seakan ia akan menyergapmu.

“Aku tak punya waktu dengan omong kosongmu,” kau pergi meninggalkannya tapi saat beberapa langkah kau mendengarnya sedikit berteriak.

“Kau lihat besok karena telah menolakku. Aku tak akan menyerah,” kau tak menghiraukannya dan kembali melanjutkan jalanmu untuk pulang kerumah. Rumahmu dengan sekolah memang tak begitu jauh, sehingga kau tak membutuhkan kendaraan apapun untuk sampai dirumah. Kau hanya cukup berjalan kaki 15 menit untuk sampai rumah begitupun sebaliknya.

Saat sampai dirumah, kamu bisa melihat adikmu Mingyu yang sedang bermalas-malasan di sofa ruang tv. Kau duduk disampingnya, dengan kembali memikirkan apa maksud taehyung mengajaknya berpacaran. Selama ini kau tak pernah berpacaran. Jangankan berpacaran ditembak pun kamu belum pernah merasakannya. Taehyung lah yang pertama kali mengatakan itu padamu.

“Noona,” kamu merasakan bahumu dicolek seseorang yang membuat tersadar dari lamunanmu. Kamu menoleh pada mingyu dengan ekspresi yang mengatakan –apa?-

“Kau seperti orang yang kehilangan ingatannya. Apa noona baru saja terbentur?” kamu menjitaknya karena alasan yang tak masuk akalnya itu. Betapa bodohnya dongsaengmu ini.

“Aku sedang berfikir bodoh.” Ia hanya terkekeh pelan.

“Gyu, apa maksudnya seorang namja yang tak pernah berinteraksi denganku tiba-tiba mengajakku berpacaran? Atau misalnya seorang yeoja  yang tak pernah berinteraksi denganmu atau kau benci tiba-tiba mengajakku berpacaran?”

“Ck, ternyata noona ku yang selama ini selalu mendapat ranking pertama tapi bodoh dalam hal ini. Ya jelas saja namja itu diam-diam menyukaimu dan memerhatikanmu. Aigoo noona ini bagaimana.” Kamu berdecih karena dongsaeng-mu yang menyombongkan dirinya. Tapi jika dipikir apa yang dikatakan mingyu itu masuk akal. Tapi yang tak masuk akal adalah yang mengajaknya pacaran adalah seorang Kim Taehyung.

“Apa noona sudah mengerti? Atau justru tidak mengerti sama sekali. Oh astaga (y/n) noona. Kau bahkan hidup lebih lama daripada aku. Tapi masalah gini saja kau bingung. Makanya cepat-cepatlah kau mencari pacar," kamu menatapnya tajam dan menjitaknya membuat Mingyu terpekik kesakitan.

“Rasakan itu. Kau sama sekali tak membantu.” Kamu beranjak dari dudukmu dan pergi kekamarmu untuk berganti baju dan lain-lain.

###

Yoongi POV~

Aku mendribble bola basket yang berada di tanganku beberapa kali lalu men shootnya kearah ring. Masuk. Aku kembali melakukan beberapa kali. Aku dan yang lainnya sedang berlatih basket untuk pertanding besok. Aku adalah ketua klub basket disini. Aku memang memiliki hobi untuk bermain basket karena dengan ini aku bisa melampiaskan kemarahanku atau apapun. Selain basket aku biasa menulis lagu untuk menuangkan perasaanku.

“Hyung! Berikan bolanya padaku,” aku melemparnya tapi sialnya bola yang ku lempar terlempar jauh dan mengenai seorang yeoja yang membuatnya langsung terjatuh tergeletak.

“Sh*t!” Aku mengumpat, lalu berlari kearah yeoja itu. Ia pingsan. Dengan segera aku mengangkatnya dan membawanya ke UKS sekolah. Banyak murid sekolah yang melihatiku. Tapi aku tak peduli dan tetap berlari menuju ke UKS.

“Hyesung, tolong dia. Dia kepalanya terkena bola basket. Dan dia pingsan.” Ucapku seraya membaringkan yeoja ini di kasur uks. Hyesung adalah murid dari ekskul kesehatan di sekolah ini. Dia yang selalu menggantikan dokter UKS jika sedang tidak ada.

Aku melihati Hyesung yang sedang mengobati yeoja itu. Setelah selesai tak lama yeoja itu tersadar. Aku kembali menghampirinya.

“Kau tak apa?” tanyaku sedikit khawatir bagaimana pun juga ia pingsan karenaku.

“Kenapa aku bisa di UKS Siapa kau?” ucapnya mengintrogasi tapi dengan ekspresi yang sedang menahan pusing luar biasa. Aku duduk di kursi samping ranjang UKS yang ia tempati.

“Aku Min Yoongi dari kelas 3-2. Mianhae, tadi bola basket yang ku lempar terlalu jauh dan mengenai kepalamu itu dan membuatmu pingsan.” Ia menatapku sambil mendengar penjelasan dariku. Sepertinya yeoja ini adalah hoobae-ku, aku tak pernah melihatnya sebelumnya.

“Ku maafkan. Aku ingin ke kelas. Gomawo telah mengantarku ke UKS,” ia beranjak berdiri tapi mungkin kepalanya masih terasa pusing sehingga keseimbangannya belum benar-benar kembali. Ia hampir saja terjatuh jika aku tak menahannya. Ia melepaskan tanganku pada bahunya. Dan kembali berjalan meninggalkanku.

###

Your POV~

Kau membuka matamu dan menyadari kamu sedang berada di UKS. Kamu merasa kepalamu sangat nyeri. Kamu tak mengingat apa yang baru saja terjadi yang kamu ingat hanya saat kau berjalan untuk kembali kekelas ada sebuah benda yang mendarat kencang di kepala mu dan gelap. Dan kamu sekarang terbangun di ranjang uks dan melihat seorang namja yang tak kau kenal melihatimu.

“Kenapa aku bisa di UKS? Siapa kau?” ucapku mengintrogasi. Kepala mu benar-benar terasa pusing. Kamu melihat namja itu duduk di kursi disamping ranjang UKS yang kau tempati.

“Aku Min Yoongi dari kelas 3-2. Mianhae, tadi bola basket yang ku lempar terlalu jauh dan mengenai kepalamu itu dan membuatmu pingsan.” Ucapnya. Kau mengamatinya saat namja itu menjelaskan kronologis yang terjadi sehingga bisa terbangun di ruang UKS ini.

“Ku maafkan. Aku ingin ke kelas. Gomawo telah mengantarku ke UKS,” kamu mencoba berdiri tapi kepalamu masih terasa sangat pusing sehingga keseimbanganmu belum benar-benar kembali. Kamu hampir saja terjatuh jika saja namja itu tak menahannya. Entah kenapa jantungmu terasa berdetak dua kali lebih cepat. Dengan segera kamu melepaskan tangannya pada bahunya. Dan kembali berjalan menuju kelas.

Saat kamu sampai di kelas disana sudah ada Jung-songsaenim pada mata pelajaran Matematika. Saat kamu membuka pintu kelas semua mata tertuju kearahmu.

“Kenapa baru datang? Dan kenapa mukamu pucat? Apa kau sakit?” tanya Jung songsaenim bertubi-tubi.

“Maafkan saya saem, tadi ada kecelakaan kecil. Jadi saya harus ke UKS terlebih dahulu.” Guru itu mengerti dan menyuruhmu kembali duduk ke kursimu. Awalnya, ia menyuruhmu kembali ke UKS karena wajahmu yang terlihat  begitu pucat. Tapi kamu menolaknya dan memilih ikut mata pelajarannya ini.

Bel pulang pun berbunyi, kamu merapihkan buku-mu kedalam tas. Seperti biasa kamu harus menunggu kelas ini sepi barulah kamu pergi. Saat sudah cukup sepi kamu beranjak dari dudukmu dan berjalan menuju pintu kelas, tetapi belum sempat keluar sebuah tangan menahan tanganmu dan membuatmu menoleh dan melihat Taehyung yang menahanmu.

“Ada apa?” tanyamu seraya melepaskan tanganmu dari namja di depanmu ini.

“Kau akan ku antar pulang.” Ucapnya ringan.

“Tak usah aku biasa berjalan pulang sendiri.” Katamu menolak sambil kembali berjalan meninggalkan Taehyung. Baru beberapa langkah, sebuah tangan menarikmu dan Taehyung-lah yang melakukannya. Ia menarikmu hingga berhenti di depan sebuah mobil hitam milik Taehyung. Ia membukakan pintu mobilnya untukmu kamu awalnya hanya diam tapi namja itu menyuruhmu untuk masuk ke mobilnya. Namja itu menutup pintu mobil disebelahmu dan masuk ke tempat kemudi.

“Aku memaksamu untuk kuantar pulang.” Ucapnya seraya menyalakan mesin mobilnya lalu menjalankan mobilnya keluar sekolah.

“Kau sebenarnya tak usah mengantarku karena rumah ku tak jauh dari sini” ucapmu kepada Taehyung yang sedang focus pada jalanan. Tak lama ia menanyakan alamat rumahmu. Diperjalanan Taehyung sempat menanyakan beberapa pertanyaan yang membuat keadaan disini tak terlalu sunyi. Kamu berfikir bahwa Taehyung namja yang cukup baik.

Setelah sampai di depan rumahmu, kamu berterima kasih pada namja itu dan dibalas dengan senyuman khas seorang Kim Taehyung. Dan namja ini sempat menyuruhmu untuk beristirahat karena wajahmu terlihat semakin pucat. Kamu hanya mengiyakan lalu keluar dari mobil namja itu dan masuk kedalam rumah setelah namja itu pergi.

###

Taehyung POV~

Ceklekk

Aku melihat kearah pintu kelas yang baru saja dibuka oleh seseorang. Mataku sempat membulat saat melihat gadis itu datang dengan wajah yang cukup pucat. Belum lagi ia telat di pelajaran yang salah. Bisa-bisa gadis itu dihukum dengan wajah pucatnya itu.

Aku mendengarkan penjelasannya saat di tanya oleh wanita killer itu. Jung saem kusebut sebagai wanita killer karena ia tak segan-segan menghukum berat pada muridnya jika melanggar  peraturannya. Seperti berlari di lapangan 20 putaran. Gila bukan? Aku pernah merasakannya sekali. Dan untung saja gadis itu tak dihukum oleh wanita killer itu.

Saat pulang sekolah aku berniat untuk mengantarkannya pulang. Aku tau dia pulang berjalan kaki tapi aku tak tega melihatnya yang sedang pucat begitu harus pulang berjalan kaki. Awalnya memang dia menolak ajakkanku tapi aku memaksanya sehingga mau tak mau ia menuruti permintaanku.

Di mobil aku menanyakan beberapa pertanyaan, bahkan aku menanyakan apa yang terjadi pada dirinya. Dia memang sempat memasang ekspresi bingung karena pertanyaan-perrtanyaan yang kulontarkan padanya. Tapi dia mencoba bersikap seperti biasa. Saat sampai dirumahnya aku menyuruhnya untuk beristirahat karena wajahnya semakin pucat. Dia benar-benar sakit. Aku melihatnya berterima kasih dan juga tersenyum. Oh astaga senyumannya itu. Aku baru pertama kali melihatnya. Sungguh cantik jika ia tersenyum.  Setelah gadis itu keluar dari mobilku tak lama aku langsung menyalakan mesin mobilku dan meninggalkannya.

“Semoga aku bisa melihat senyumannya untuk selanjutnya” gumamku seraya menyetir.

###

Your POV~

Kamu mengistirahatkan badanmu di ranjangmu. Kamu merasakan betapa pusingnya kepalamu. Apa bola itu mengenai kepala ku sangat keras? Kenapa bisa sepusing ini? Gumam-mu di dalam hati. Kamu mencoba untuk memejamkan matamu tapi saat kamu ingin masuk kedunia mimpi, seseorang berhasil mengusiknya dengan ketukan pintu kamarmu.

“Masuklah tidak ku kunci.” Kamu mendudukkan badanmu dan melihat Mingyu dongsaengmu masuk lalu duduk disampingmu. Ia sempat mengamatimu.

“Jangan melihati seperti itu.”ucapmu.

“Kau pucat sekali, noona. Kau kenapa?” tanyanya to the point.

“Hanya terkena bola basket. Kau mau apa kesini?” tanyaku padanya. Biasanya jika dia menghampiri kamarku pasti dia ada maunya.

“(y/n) noona, boleh tidak aku meminjam laptop mu. Aku ada tugas dan laptopku rusak” benarkan pasti ia ada maunya. Kamu mengangguk. Lagi pula laptopmu sedang tak dibutuhkan. Mingyu tersenyum lebar lalu mencium pipi kirimu.

“Gomawo, noona.” Mingyu mengambil laptopmu yang berada di meja belajar lalu sebelum ia keluar dari kamarmu ia menyuruhmu untuk beristirahat. Setelah mingyu keluar kamu kembali membaringkan badanmu di ranjang dan melanjutkan menuju ke alam mimpi.

Keesokan harinya, kamu terbangun dengan pakaian sekolah yang belum kau ganti dari kemarin. Benar-benar kelelahan kemarin. Lalu kamu buru-buru ke kamar mandi untuk membersihkan dirimu dan berangkat sekolah tentu dengan seragam yang berbeda.

Saat kamu baru saja datang di meja makan, sudah ada Mingyu dan eomma-mu. Kamu duduk di kursi seberang Mingyu yang sudah lengkap dengan seragamnya.

“(y/n), apa kau sudah baikkan? Kemarin kata mingyu kamu terlihat pucat habis pulang sekolah.” Tanya eomma kepada mu.

“Sudah eomma. Kemarin hanya ada kecelakaan kecil disekolah. Tak  perlu dikhawatirkan. Oiya, mingyu kemarin kau jadi meminjam laptopku kan?”

“Iya, noona. Ini laptopmu akan kubawa kesekolah untuk presentasi nanti.” Aku mengangguk dan memakan sarapanku. Setelah selesai sarapan kamu berpamitan dengan eomma-mu lalu pergi menuju sekolah. Kamu memang biasa berangkat 30 menit senelum bel masuk berbunyi. Jadi kamu masih memiliki 15 menit untuk bersantai atau melakukan apapun sebelum bel masuk.

Saat sampai di gerbang sekolah kamu melihat namja yang kemarin berada di UKS. Ia melihatmu lalu menghampirimu.

“Gwaenchanha?” tanyanya

“Ne, sunbae. Aku baik-baik saja tak usah kau pikirkan. Aku ke kelas duluan,” aku meninggalkannya tapi baru beberapa langkah aku merasa tanganku ditahan seseorang. Aku kembali menoleh ke arahnya. Aku menatapnya dengan ekspresi -ada-apa-

“Siapa namamu?” aku sempat terdiam.

“(y/n). kau bisa memanggilku hoobae saja,” jawabku.

“Baiklah” ia melepaskan tangannya dariku. Aku menunduk memberi hormat lalu kembali melanjutkan jalanku menuju kelas. Hampir saja aku sampai di kelas tapi seseorang terlebih dahulu menyeretku ke gudang sekolah…

To Be Continued…

No comments:

Post a Comment